Wednesday, July 12, 2017

Tips Kuliah bagi Mahasiswa Baru


Menjadi mahasiswa baru adalah masa-masa yang membutuhkan adaptasi. Bukan hanya adaptasi soal lokasi yang berbeda dengan sekolah SMA dahulu tetapi juga soal pelajaran, cara belajar, dan cara mengatur waktu.

Pasalnya, cara cek kehidupan di universitas sama sekali berbeda dengan kehidupan yang pernah dialami semasa sekolah. Di awal pertama ini, kamu membutuhkan waktu untuk adaptasi. Nah, berikut ini tips bagi mahasiswa semester pertama. Berikut uraiannya dinukil dari LiveCareer.

Ikuti Orientasi Kampus

Mengenal kampus dimulai pada masa ini. Kamu perlu melakukan sejumlah tur di kampusmu. Pasalnya, semakin cepat kamu menghapal spot-spot kampus, kamu akan terhindar dari telat masuk kelas, atau hal-hal urgent lainnya.

Patuh pada Deadline

Sama seperti di sekolah dahulu, para dosen juga akan memberikan kamu tugas-tugas layaknya di masa sekolah. Di perguruan tinggi, tenggat waktu dipakai untuk mengumpulkan setiap tugas. Ada baiknya, kamu mencatat setiap tugas yang diberikan, agar tidak ada alasan kamu lupa mengerjakan tugas.

Masuk ke Kelas

Barangkali kamu tergoda untuk bangun siang ketika ada kelas pagi atau tergoda pergi hang out bersama teman ketika ada kelas siang. Hindari godaan-godaan semacam itu. Selain mengisi daftar hadir, masuk ke kelas juga akan memberikan kamu informasi penting untuk menunjang nilai IPK seperti tugas atau nilai tambahan.

Terlibat di Kampus

Ikutilah organisasi kampus atau kelompok yang ada di kampus. Dengan begini, kamu bisa memperoleh jaringan pertemanan yang luas. Selain itu, mengikuti organisasi kampus bisa mempermudah kamu bila mengalami kesulitan-kesulitan. Namun yang mesti diingat, jangan berlebihan mengikuti organisasi. Kamu mesti menyeimbangkan antara kuliah dan organisasimu.

Manfaatkan Fasilitas Kampus

Ketika mendapat tugas dari dosen, ada baiknya kamu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang tersedia di kampus seperti laboraturium belajar atau tutor jika tersedia. Mengerjakannya di fasilitas kampus juga memungkinkan kamu menemukan mahasiswa lain yang bisa menjadi teman kelompok belajarmu.


Sunday, July 9, 2017

TIPS LARIS: 3 Cara Memilih Waralaba yang Tepat


Bertahun-tahun yang lalu, waralaba paling umum berbentuk restoran cepat saji dan toko-toko. Namun kini, teknologi modern membawa berbagai model bisnis yang beragam untuk dipilih.

Pemilihan jenis waralaba sangat penting karena berkenaan dengan kelanjutan bisnis dan strategi yang diterapkan. Berikut adalah ulasan waralaba yang sesuai dengan karakteristik bisnis Anda.


1. Bisnis berbasis rumahan

Bisnis rumahan sangat populer hari ini karena teknologi telah memungkinkan untuk melakukan kegiatan bisnis jarak jauh. Bisnis ini termasuk akuntansi dan profesional jasa, konsultasi, digital dan lainnya. Model waralaba ini menawarkan pemilik banyak manfaat termasuk biaya operasi yang lebih rendah, startup yang mudah dan cepat berkembang. Bisnis rumahan juga menawarkan kenyamanan bekerja dari rumah.

Satu hal yang harus dipertimbangkan dari bisnis jenis ini adalah manajemn waktu. Anda harus pandai dalam memilah antara waktu bisnis dan bersantai dengan keluarga.

2. Bisnis online

Bisnis online kini menjadi tren baru. Dengan memanfaatkan kecanggihan smartphone memudahkan pemiliki bisnis mengatur kegiatannya melalui jaringan internet.

Bisnis online sangat fleksibel dan menawarkan biaya startup yang lebih rendah. Hal yang perlu diperhatikan dalam bisnis online adalah kemampuan Anda untuk memaksimalkan penggunaan teknologi

3. Waralaba konvensional

Waralaba konvensional masih banyak dijumpai meskipun banyak bermunculan waralaba modern. Waralaba konvensional seperti restoran cepat saji dan toko-toko.

Model ini menawarkan manfaat potensial dari lalu lintas konsumen. Model ini umumnya memerlukan lebih banyak perencanaan terkait biaya karena harus menyediakan bangunan toko. Sebelum Anda memutuskan untuk membuka sebuah waralaba jenis ini maka hal yang penting diperhatikan adalah faktor lokasi.

SMS Ketum Perindo Hary Tanoe, Hotman Paris: Semua Aktor Politik Pernah Mengatakan seperti Itu saat Kampanye



Isi Pesan singkat atau SMS Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada Jaksa Yulianto bukan ancaman, melainkan hanya bahasa yang umum digunakan para aktor politik

Kuasa Hukum Hary Tanoe, Hotman Paris Hutapea, menjelaskan bahasa yang digunakan kliennya ini merupakan sesuatu yang umum. Bahkan Hotman menyebut Mantan Presiden AS Barack Obama hingga Presiden AS saat ini Donald Trump, pernah menggunakan “bahasa” yang serupa saat kampanye.

"Semua aktor politik di dunia ini bahkan Obama lalu Donald Trump pernah mengatakan seperti itu saat mereka kampanye," ungkap Hotman dalam Program iNews Prime, Jumat 7 Juli 2017.

Hotman mengungkapkan, dalam Undang-undang, adanya cara cek unsur ancaman harus berupa menakut-nakuti dalam bentuk kekerasan fisik.

Hary Tanoe disangkakan dengan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dalam soal SMS.

Pasal 29 UU ITE tahun 2008 berbubyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasaan atau menakut-nakuti yang dutujukkan secara pribadi (Cyber Stalking). Ancaman pidana pasal 45 (3) Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).”

"Nah, ini kan kata-katanya ‘kalo saya terpilih’. ‘Saya akan bersihkan’ dia (Hary Tanoe) tidak mengatakan saya akan bersihkan kamu Yulianto. Jadi ini sama sekali tidak ada ancaman ke Yulianto pribadi tetapi bersifat umum bersifat idealisme bahasa ini," jelasnya.

Hotman pun juga merasa heran dengan kasus SMS, karena selama 30 tahun ia menjadi pengacara belum pernah menemukan kasus seperti ini.

"Mangkanya saya 30 tahun jadi pengacara belum ada kasus seperti ini benar-benar tidak ada dasar hukum," tuturnya.

Hary Tanoe mengirimkan pesan kepada Yulianto sebanyak dua kali, yakni pertama pada 5 Januari 2016.

“Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman.

Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum2 penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang suka abuse of power (menyalahgunakan kekuasaan-red).”

“Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia akan dibersihkan.”

Kemudian Hary Tanoe kembali mengirimkan pesan singkat kepada Yulianto pada 7 Januari 2016.

“Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman.”

“Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena-mena demi popularitas dan abuse of power.”

“Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal2 yang tidak sebagaimana mestinya.”

“Kasihan rakyat, yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan makin maju.”